- Sarah berusia 76 tahun saat mngizinkan suaminya Ibrahim, 85 tahun, menikahi budaknya asal Mesir, Hajar. Perasaan cemburunya menjadikan Hajar sebagai sasaran segala kemarahan Sarah. Dan Hajar hanya bisa mengadukan semua itu kepada Tuhannya, hingga Tuhan mengutus seorang malaikat untuk mengabarkan bahwa Tuhan akan menjadikan keturunan mereka menjadi tak terhitung jumlahnya. Malaikat itu juga berkata kepada Hajar, " Berbahagialah, kamu akan segera dikaruniai seorang anak, namailah Ismail, karena Tuhan telah mendengar penderitaanmu." Ketika Bayi itu Lahir, Ibrahim memberinya nama " Ismail" yang berarti " Tuhan telah mendengar".
- Di kisahkan juga di Kitab Kejadian (Genesis) bahwa Ibrahim tidak memiliki anak dan tak ada harapan untuk bisa memilikinya. Pada suatu malam, Tuhan menyuruhnya keluar dari tenda dan Tuhan menyuruhnya untuk menghitung bintang-bintang di langit jika ia sanggup. "Sebanyak itulah keturunanmu nanti."
- Lima belas tahun kemudian, saat Ibrahim berusia 100 tahun dan Sarah 90 tahun, firman Tuhan datang lagi kepada Ibrahim bahwa Sarah akan di karunia keturunan dan mesti diberi nama Ishaq. Dari sinilah, banyak cerita dunia di mulai. Ismail-Ishaq. Dua aliran spiritual besar, dua agma, dua dunia Tuhan, dua lingkaran, dan tentunya dua pusat.
- Karena khawatir Allah mengurangi kasih sayang-Nya kepada Ismail setelah kelahiran Ishaq, Ibrahim berdoa seperti ini: " Semoga Ismail hidup dalam Hidayahmu-Mu, Ya Allah!" Allah menjawab, " Aku mendengar doa'mu tentang Ismail. Tenanglah! Aku akan merahmatinya, menjadikannya ia pemimpin suatu bangsa besar. Tetapi Kehendak-Ku tentang Ishaq telah Kutetapkan, Sarah akan melahirkan tahun depan.
- Dan benar, lahirlah Ishaq. Dan sejak inilah keturanan Ibrahim tidak satu bangsa, tetapi dua bangsa besar, dua adikuasa, dua spiritual besar yang tidak mengalir bersama tetapi menempuh jalannya masing-masing.
- Api cemburu itu mendapatkan tempatnya. Tepat, ketika Ishaq disapih (Sarah sendiri yang menyusuinya), Dimintanya Ibrahim untuk mengusir Hajar dan Ismail dari rumahnya. Dan mereka sungguh pergi dari tempat tinggal itu, ke suatu tempat, suatu lembah tandus di Arabia, sekitar 40 hari perjalanan onta di sebelah selatan Kanaan. Lembah itu bernama Bakkah.
- Hajar sangat khawatir dengan keselamatan Ismail. Sang ibu mencari pertologan tetapi tak seorangpun disana. Bolak balik Hajar melintasi jalan yang sama sampai tujuh kali. Pada saat ia kelelahan, malaikat menemuinya. Kemudian, gundukan pasir tersentuh tumit Ismail memancarkan sumber mata air menakjubkan: Zamzam.
- Dalam Kitab Kejadian, di kisahkan seperti ini: "Dan Allah mendengar suara bayi itu dan mengutus malaikat surga menemui Hajar dan berkata: 'Apa yang membuatmu susah, Hajar? Jangan takut! Tuhan telah mendengar suara bayimu di tempat ia berbaring. Bangkit dan angkatlah bayimu dan gendonglah dengan tanganmu, Dia akan menjadikannya pemimpin bangsa besar.' Dan Tuhan membuka matanya, dan Hajar menyaksikan mata air yang menakjubkan."
- Kitab Kejadian di wahyukan kepada Ishaq dan kelak keturunannya. Sarah melahirkan Ishaq, Hajar melahirkan Ismail. Kitab itu menuturkan tentang Ismail seperti ini: "Dan Allah bersama sang bayi; dan ia tumbuh dan tinggal di dalam hutan belantara dan menjadi seorang pemburu (pemanah)."
- Diriwayatkan bahwa Ibrahim hidup 75 tahun lagi semenjak waktu tiba Hajar dan Ismail di Bakkah. Ibrahim diberi petunjuk oleh Allah untuk menemukan Hajar dan Ismail dan membangun Rumah Suci disekitar Zamzam. Bangunan itu disebut Ka'bah, "kubus", yang menunjukkan empat arah mata angin.
- Sebenarnya benda paling suci disitu adalah sebongkah batu yang diriwayatkan dibawa Jibril kepada Ibrahim dari suatu tempat dekat Abu Qubassy. Sekarang, batu itu terletak di salah satu sudut Ka'bah.
- Ketika Hajar bertemu kembali dengan Ibrahim, diceritakanlah penderitaannya, kisah-kisahnya saat mencari pertolongan, dan kemudian Ibrahim menjadikannya sebagai ritus ibadah haji, belari-lari kecil dari Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
- Tak lama setelah pertemuannya kembali dengan Hajar dan Ismail dan membangun Rumah Suci, Ibrahim mendambahkan padang pasir yang subur, yang ditumbuhi gandum dan jagung. Di Kanaan, Ibrahim berdo'a seperti ini, "Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian kerurunanku di lembah yang tidak mempunyai tetumbuhan, di dekat Rumah-mu (Bait Allah) yang di hormati. Ya Tuhan, hal itu agar mereka mendirikan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia untuk untuk cenderung kepada mereka dan limpahkan rezeki berupa buah buahan, mudah mudahan mereka bersyukur."
- Doa Ibrahim di kabulkan. Kunjungan Jamaah Haji ke Baitullah terus meningkat dari seluruh Jazirah Arab dan sekitarnya, menjadikan perjalanan haji sebagai sumber ekonomi penting disana, waktu itu bahkan sampai sekarang. Bukan hanya lagi buah buahan seperti doa Ibrahim, tetapi juga industri hotel, transportasi, restoran, industri perjalanan, pemandu wisata dll.
- Ketika Ka'bah menjadi ikon ekonomi melalui karunia yang diberikan oleh para jamah haji, cerita selanjutnya pasti seputar bagaimana tempat ini bisa dijaga, dirawat, dikabarkan, dipromosikan dan tentunya dikuasai, menguasai. Pada saat itu, keturunan Ishaq (yahudi) juga melakukan perjalanan haji ke Baitullah, mereka menghormati Baitullah sebagai tempat suci, tempat beribadah kepada Allah, yang didirikan oleh Ibrahim.
- Seringkali bahasa reklame melampaui batas rasional berfikir. Janji janji pahala yang berlipat lipat yang dikabarkan menjadikan antusias para jamaah haji yang membawa pulang batu batu di sekitar Baitullah untuk dilakukan ritual penghormatan memuliaka n di tempat asal para jamaah.
- Baitullah juga bertetangga dengan tempat kaum pagan penyembah berhala. Kemudian para jamaah haji itu membawa berhala ke Makkah dari kediaman mereka dan ditempatkan di sekitar Ka'bah. Dan inilah yang menyebabkan Keturunan Ishaq (Yahudi) berhenti mengunjungi Baitullah, Rumah Suci yang dibangun Ibrahim. (sampai nomor ini Islam belum lahir)
- Kaum penyembah berhala mengklaim bahwa berhala adalah media perantara manusia dengan Tuhan. Dengan demikian, Tuhan menjadi jauh dan tidak langsung, mereka lupa darimana dunia ini dan akhirnya mereka tidak meyakini kehidupan setelah kematian.
- Pertama kali, adalah Orang-orang Jurhum yang datang dari Yaman, mengangkat diri mereka sendiri sebagai penguasa Makkah. Ketururunan Ibrahim setuju saja karena istri kedua Ismail berasal dari Jurhum. Namun, akhirnya mereka melakukan kesewenang-wenangan hingga mereka diusir dari Makkah.
- Posisi kekuasaan kemudian diambil alih oleh Orang2 Khuza'ah, keturunan Ismail juga, yang berimigrasi ke Yaman. Warisan leluhur mereka, sumur Zamzam telah dilupakan bahkan sudah tak tau lagi dimana ia. Sumur-sumur baru di gali, air keluar dimana-mana. Orang2 ini sudah tak percaya lagi tentang kisah Hajar, Ismail, dan mata air Zamzam.
- Tak banyak diceritakan bagaimana pertemuan dua bersaudara Ismail dan Ishaq, pasca Hajar dan Ismail meninggalkan rumahnya dan membangun Makkah, baik di AlQuran (kelak) maupun di Kitab Kejadian. Hanya disebutkan disana (Kitab Kejadian) bahwa mereka berdua yang memakamkan ayahnya, Ibrahim di Hebron.
- Penguasaan atas Baitullah oleh kaum Khuza'ah, akhirnya juga melakukan tindakan yang sama seperti penguasa sebelumnya: Kesewenang-wenagan. Puncaknya, dalam perjalanan pulang dari Syiria, pimpinan Kaum itu meminta berhala besar, Hubal, milik suku Moabit untuk ditempatkan, dipajang di ka'bah sebagai pemimpin dari berhala-berhala lainnya yang sudah ada di Mekkah.
- Penguasaan atas Baitullah berurutan seperti ini: Dari Kaum Jumhur ke Kaum Khuza'ah kemudian ke Kaum Qurais. Semua kaum ini adalah keturunan Ismail. Dari kaum Qurais ini, kelak akan dilahirkan seorang yang tak diketahui nama kecilnya, membawa wahyu, mengabarkan tentang cinta, membumikan agama Ibrahim leluhurnya, pemberani sekaligus lembut, pengasih sekaligus tegas: Muhammad.
8 April 2013
Beberapa Catatan Sejarah Islam
Sebuah Drama Akan Dipentaskan
Children possess a natural curiosity and desire to learn
that is coupled with their wanting to be accepted by others. To kindergartners
and primary-grade children, their teacher is nothing short of god. Joanne
Hindley.
Pertunjukan sesungguhnya belum dimulai, namun satu babak
drama telah berlangsung di rumah, kira-kira satu jam setelah Maghrib di hari
Rabu 24 April. Kami bertiga bersepakat, masing-masing dari kami medapat bagian
peran antagonis dan protagonis sekaligus secara bergantian. Dan kami bertiga
adalah saya, istri dan anak kedua kami, Luftan (6 tahun 2 bulan), membawakan
tiga cerita sekaligus.
Cerita I: Saya adalah seorang petani desa yang tekun bekerja
disawah dan mengajak warga di sekitarnya beralih menggunakan pupuk organik
setelah mendapat informasi dari dosen pertanian cantik (diperankan istri saya),
dan mengajak petani lainnya, menanggulangi hama baru bernama Luban (diperankan
oleh Luftan).
Cerita II: Seorang lelaki bernama Jaroni (diperankan saya),
memarahi kepala stasiun kereta api yang super bijaksana (diperankan istri saya)
setelah mendengar seorang petugas pengumuman stasiun (diperankan Luftan) bahwa
kereta api tidak bisa di berangkatkan hari itu.
Cerita III: Seorang ksatria sejati penunggang kuda
(diperankan Luftan) melakukan tindakan penyelamatan penduduk yang kelaparan
disuatu kampung (diperankan saya), tetapi seorang nenek sihir bernama Agini
(diperankan istri saya) menghalangi usaha kasatria penunggang kuda.
Kami saling tertawa. Bahkan Luftan girang bukan main ketika
memerankan hama Luban, sang pengganggu petani. Deru dan ringkik kuda Luftan
yang melengking ketika memasuki halaman kampung, membuat saya dan istri saya
terpingkal karena ringkik kuda sang ksatria, tertukar dengan bunyi bel stasiun.
Sang nenek sihir juga lebih terlihat seperti juru masak. Peran saya
sebagai penduduk kampung yang kelaparan, kontradiktif dengan berat
badan saya yang berlebih.
Cerita tidak berjalan mulus karena kami tidak cukup
berlatih. Tetapi semangat kami bertiga untuk memainkan seni peran, membuat kami
bertiga sulit untuk bisa menahan tawa di depan TV yang sudah tidak bisa hidup
sejak dua minggu lalu di rumah kami.
Ketiga cerita itu tidak akan pernah dipentaskan, karena
sesungguhnya ketiga cerita itu berlatarbelakang kekecewaan saya terhadap
peristiwa beberapa menit sebelumnya tentang sebuah drama yang akan dipentaskan
di sekolah Luftan, di hari wisuda TK Al- Ir. beberapa minggu lagi.
Usai Maghrib, saya meneruskan membaca buku
"Partikel", buku terbaru Dee dari seri Supernova yang terbit bulan
April ini. Istri saya merapikan setrikaan di depan TV mati. Luftan mewarnai
gambar di sebelah saya menggunakan crayon patah-patah. Tiba-tiba, istri saya
bertanya kepada Luftan,
"Nak, kata mamanya Fara, kamu terpilih main drama di
acara wisuda nanti di sekolah, apa iya?" Luftan tidak menjawab. Dan aneh,
dia bereaksi kaget dan nampak tidak senang dengan pertanyaan itu. Saya
bisa melihat raut mukanya karena dia berada tidak lebih dari 200 cm dari saya.
Saya menjulurkan tangan dan berkata,
"Hei.. selamat.. you play a drama." Luftan tidak
membalas tangan saya dan tidak menjawab apa-apa bahkan ketika mamanya
mengulangi pertanyaan itu. Ini hal tidak biasa. Ini aneh dan membuat saya
bertanya di dalam pikiran, ada apa ya? Puncaknya ketika pertanyaan
kedua disampaikan oleh mamanya,
"Luftan jadi apa di acara drama itu?" Luftan
menutup buku mewarnainya, merapikan crayon-nya, tetap tidak menjawab pertanyaan
dan berusaha mengalihkan topik pembicaraan tentang crayon-nya yang memang
jelas-jelas tak lengkap 12 warna. Ketika pertanyaan itu diulang oleh
saya,
"Sebagai apa di drama itu?" Dia tetap tidak
menjawab. Kemudian berdiri meninggalkan kami, menuju kamar membawa crayon dan
buku mewarnainya, tak keluar lagi dari kamar untuk beberapa menit. Saya
berbicara dengan istri saya seputar ada apa dengan drama itu. Baru sekitar 20
menit kemudian, dengan cara berbisik, pelan sekali, nempel ke mamanya,
ditemukanlah jawabannya,
"Ma, aku terpilih jadi anak nakal"
Wow, giliran saya yang kaget karena ini pasti 'error'
saat guru menjelaskan tentang drama itu. Luftan pasti belum paham apa seni
peran. Kemungkinan, untuk dapat lebih jelasnya kepada siswa, seseorang disekolahnya
telah berkata kamu begini, kamu begitu, kamu harus begini, kamu harus begitu,
kamu jadi ini, kamu jadi itu, kamu jadi anak nakal."
Saya berfikir, bagaimana caranya untuk sedikit mengurangi
apa yang ada di kepala anak saya tentang kesan "jadi anak nakal"
dalam drama itu. Saya mengajukan 3 cerita kepada Luftan dan memainkan malam itu
juga di depan TV mati, dengan harapan ada sedikit pemahaman tentang seni peran
dalam sebuah pementasan drama.
Tiga cerita telah dimainkan sambil tertawa, dan menyenangkan.
Tiga orang telah berkesempatan mengalami karakter protagonis dan antagonis
dalam seni peran. Tetapi menjelang tidurnya, Luftan masih mengajukan pertanyaan
kepada saya yang tentunya hanya gurunya yang bisa menjawab,
"Pa, kenapa bu guru memilih aku ikut drama itu?"
Saya belum ketemu gurunya.
Jember, 25 April 2012
Semoga Menginspirasi.
Setiap Kamu Cerdas
kalian semua unik dan cerdas
kenanglah ditahun tahun pertama saat kau belajar berjalan
engkau hanya punya percaya bahwa engkau akan bisa berjalan
engkau mendapat dukungan orang orang di sekitarmu yang tak pernah mengatakan bahwa engkau bodoh
bahwa engkau ditakdirkan menjadi manusia perangkak
kemudian dukungan itu entah kemana
kemudian kau terlalu mendengarkan hal-hal buruk
engkau yang dibanding bandingkan
hingga kau menangis di salah satu ruang kelasnya
dan tak tau kepada siapa kau akan bercerita
tidak.. tidak nak..
kalian semua cerdas
sebab setiap kalian berasal dari Yang Maha Cerdas
dan kau bisa kembali ke duniamu lagi
engkau hanya punya percaya bahwa engkau akan bisa berjalan
engkau mendapat dukungan orang orang di sekitarmu yang tak pernah mengatakan bahwa engkau bodoh
bahwa engkau ditakdirkan menjadi manusia perangkak
kemudian dukungan itu entah kemana
kemudian kau terlalu mendengarkan hal-hal buruk
engkau yang dibanding bandingkan
hingga kau menangis di salah satu ruang kelasnya
dan tak tau kepada siapa kau akan bercerita
tidak.. tidak nak..
kalian semua cerdas
sebab setiap kalian berasal dari Yang Maha Cerdas
dan kau bisa kembali ke duniamu lagi
Bila Anda

- bila anda berkesempatan mengunjungi sekolah, anda akan tau bahwa: 1. sekolah dibangun tidak untuk melayani siswa.
- bila anda berkesempatan mengunjungi sekolah, anda akan tau, bahwa: 2. sekolah bukan tempat yang menyenangkan untuk belajar, berimajinasi, mengembangkan potensi hidupnya.
- bila anda berkesempatan mengunjungi sekolah, anda akan tau, bahwa: 3. Siswa bukan sumberdaya penting untuk dapat terlibat dalam proses pengambilan keputusan, kebijakan sekolah.
- bila anda berkesempatan mengunjungi sekolah, anda akan tau, bahwa: 4. sekolah bukan tempat yang dapat mendatangkan rasa ingin tau siswa, mendatangkan minat dan atusias siwa akan pengetahuan dan kecakapan hidup.
- bila anda berkesempatan mengunjungi sekolah, anda akan tau, bahwa: 5. sekolah bukan tempat belajar yang menghargai perbedaan, karakteristik, latar belakang, cara belajar siswa.
- bila anda berkesempatan mengunjungi sekolah, anda akan tau, bahwa: 6. sekolah bukan tempat yang memberikan ruang ide, gagasan, wacana, daya juang dan kemandirian siswa.
- bila anda berkesempatan mengunjungi sekolah, anda akan tau, bahwa: 7. sekolah bukan tempat yang dapat menginspirasi siswa untuk bisa bertoleransi, berkreasi, dan berekpresi.
- bila anda berkesempatan mengunjungi sekolah, anda akan tau, bahwa: 8. sekolah bukan tempat yang dapat mempertanggungjawabkan antara besaran sumberdaya yang telah dikeluarkan dengan output yang dapat disumbangkan kepada bangsa.
- bila anda berkesempatan mengunjungi sekolah, anda akan tau, bahwa: 9. sekolah bukan tempat yang dapat mendatangkan rasa memiliki bagi siswa dan orang tua.
- bila anda berkunjung ke sekolah, anda akan tau, bahwa: 10. Sekolah memerlukan bantuan anda semua untuk menjadikan indonesia yang lebih baik.
- bila anda berkunjung ke sekolah, anda akan tau, bahwa: 11. kosa kata yang paling sering muncul adalah ujian, wajib, persyaratan, dimarahi, dilarang, tidak boleh, bayar, harus, PR, kumpulkan, tidak naik, awas, seragam, tugas, hukuman, masuk, aduh, sial, catat, dengarkan, kalau tidak, ulangan, SPP, rapot, pengumuman.
- bila anda berkunjung ke sekolah anda akan tau, bahwa: 12. sembilan dari sepuluh siswa tidak tau alasannya kenapa mereka sekolah, untuk apa mereka belajar.
- bila anda berkunjung ke sekolah, anda akan tau, bahwa: 13. tidak ada korupsi di sekolah. yang ada adalah kemampuan mengelola sumberdaya yang sangat sangat rendah, pengelolaan yang tidak memperhatikan efisiensi dan efektifitas, boros kertas, tinta, listrik, telepon, air, konsumsi rapat, salah kelola dengan lab, sarana, komputer.
- bila anda berkunjung ke sekolah, anda akan tau, bahwa: 14. sekolah membanding satu siswa dengan siswa lain di dalam kelas, di dalam sekolah itu, bahkan dengan sekolah lain. misalnya, siswa di sini tidak pinter, malas tidak seperti sekolah disana, di kota dll.
- jika anda berkunjung ke sekolah, anda akan tau, bahwa: 15. sekolah merasa tidak penting pada hal-hal yang menyangkut dekorasi ruang kelas, fasilitas ruang teater, studio musik, panggung terbuka, kolam renang, cafetaria, ruang debate, lapangan olah raga, show room, studio lukis, taman, bahkan perpustakaan yaman dan melayani.
- jika anda berkujung ke sekolah, anda akan tau, bahwa: 16. Persoalan pertama dan utama disekolah adalah dana, kemudian dana, kemudian dana, sehingga sekolah sudah tidak punya pilihan lain selain pasrah menunggu bantuan.
- bila anda berkunjung ke sekolah, anda akan tau, bahwa: 17. Satu kata yang paling ditunggu, paling di minati, paling asyik, paling termotivasi, : LIBUR
- bila anda berkunjung ke sekolah, anda akan tau, bahwa: 18. nilai tawar sebuah sekolah adalah jumlah siswa menentukan banyak hal, sekolah besar adalah sekolah dengan siswa banyak, seringkali di asosiasikan dengan sekolah bagus tak peduli apakah masing masing siswa dapat menerima layanan berkualitas.
- bila anda berkunjung ke sekolah, anda akan tau, bahwa: 19. siswa berprestasi adalah siswa perigkat 1, 2, 3 versi rapot yang ditulis tulis sendiri sama sekolah, atau menjuarai olimpiade matematika, fisika, biologi dan tehnologi. sedang yang lain mirip pelengkap saja.
- bila anda berkunjung ke sekolah, anda akan tau, bahwa: 20. sekolah memerlukan bantuan anda untuk indonesia yang lebih baik.
- bila anda berkunjung ke sekolah, anda akan tau, bahwa: 21. undangan dari sekolah kepada orang tua/wali murid terkenal dengan undangan iuran, sumbangan, biaya ini itu, atau pelanggaran tata tertib, belum pernah ada undangan 'morning tea', sekedar minum teh bersama kepala sekolah untuk bicara soal tanaman sekolah yang mulai menghijau, transportasi, atau acara TV. bisa bergantian, misalnya 10 orang minggu ini, 10 orang minggu depan.
- bila anda berkesempatan mengunjungi sekolah, anda akan tau, bahwa: 22. Siswa mempelajari hal-hal yang tak berguna bagi hidupnya bahkan seringkali tidak ada hubungannya dengan kehidupan sehari-hari.
- bila anda berkesempatan mengunjungi sekolah, anda akan tau, bahwa: 23. belajar kosa kata tentang sepak bola lebih penting daripada bagaimana bisa bermain bola.
- bila anda berkesempatan mengunjungi sekolah, anda akan tau, bahwa: 24. menyontek itu memang jalan terbaik untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar, sebutkan?, apa yang dimaksud dengan? tuliskan rumus? ciri-cirinya adalah? pasal berapa? dll.
- jika anda berkesempatan mengunjungi sekolah, anda akan tau, bahwa: 25. ada alasan yang kuat mengapa ujian nasional harus ditiadakan setidaknya sampai tahun 2047.
- bila anda berkesempatan mengunjungi sekolah, anda akan tau, bahwa: 26. inti sekolah sampai saat ini adalah nilai ujian tinggi dan uang, jauh dari wacana tentang bagaimana siswa dapat hidup sebagai manusia seutuhnya, kedewasaan, dan kebahagiaan.
- bila anda berkesempatan mengunjungi sekolah, anda akan tau, bahwa: 27. siswa belajar 2 X 9=18, bandung ibukota jawa barat, sukarno adalah presiden pertama indonesia, tetapi terlalu sulit untuk menjawab, siapa dirimu.
- jika anda berkesempatan mengunjungi sekolah, anda akan tau, bahwa: 28. kelulusan adalah segalanya galanya, sebuah pencapaian yang layak dirayakan dengan konvoi, membuat tato, pesta miras, membuka baju, dll. karena lulus adalah tujuan.
- bila anda berkesempatan berkunjung ke sekolah, anda akan tau, bahwa: 29. kepala sekolah, guru, tata usaha hanya menjalankan tugas atasan, tak berdaya melawan otoritas kekuasaan. terus menerus seperti itu dari jakarta ke propinsi ke kabupaten ke kepala sekolah ke guru dan akhirnya beban itu bertumpu kepada yang paling bawah: SISWA.
- bila anda berkesempatan berkunjung ke sekolah, anda akan tau, bahwa: 30. sekolah membutuhkan bantuan anda, untuk indonesia yang lebih baik.
- bila anda berkesempatan mengunjungi sekolah, anda akan tau bahwa: 31. banner yang terpasang di didepan gerbang sekolah, yg menampilkan satu dua siswa juara matematika dan fisika, sebenarnya untuk apa? untuk siapa? bagaimana dengan ratusan siswa lainnya dengan kecerdasan yang beragam tapi tak pernah ada lombanya?
- bila anda berkesempatan mengunjungi sekolah, anda akan tau bahwa: 32. tragedi itu terjadi, narkoba, balap liar, aktivitas seksual, kekerasan antar geng, minuman keras, rokok disebabkan karena sekolah tidak mampu menciptakan pendekatan belajar yg mengaitkan dimensi sosial, emosional dan metakognitif, pada saat siswa berusaha ingin diakui bukan anak-anak lagi.
- bila anda berkesempatan berkunjung ke sekolah, anda akan tau, bahwa: 33. penguasaan tehnologi komputer saat ini terus didorong agar dapat diberikan kepada anak anak sedini mungkin, di TK bahkan di PAUD.
- bila anda berkesempatan berkunjung ke sekolah, anda akan tau, bahwa: 34. peraturan atau tata tertib sekolah seringkali dibuat dengan tidak melibatkan siswa.
- bila anda berkesempatan berkunjung ke sekolah, anda akan tau, bahwa: 35. deru arus utama pendidikan nasional adalah bukan terciptanya manusia indonesia yang lebih baik dan kreatif, melainkan tak lebih dari pekerjaan pekerjaan administratif.
Langganan:
Postingan (Atom)